Feeds:
Posts
Comments

kota mulia

strik Mulia adalah ibukota dari kabupaten Puncak Jaya. Kota yang ukurannya kurang lebih seluas kota kediri namun jumlah penduduk yang jauh lebih rendah,dibagi menjadi dua wilayah yaitu Kota Baru dan Kota Lama.

Kota Baru merupakan pusat administrasi. Kantor Bupati, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, dan dinas2 lain bertempat di Kota Baru. RSUD, GOR, lap.tennis mini, lap.basket mini dan pasar juga ada di Kota Baru. Rumah-rumah yang ada disana merupakan rumah dinas bagi yang bekerja di pusat pemerintahan.

Kota Lama yang berjarak 3 km dibawah Kota Baru (litterally karena jalanannya turun terus). Disini pusat pemukiman penduduk. Ada kantor pos, bank Papua (dgn satu2nya ATM di Puncak Jaya), Koramil, dan sekolah2. Pasar ada disini, namun tidak seberapa besar dibandingkan pasar Kota Baru.

Harga barang disini berkali lipat dibandingkan di pulau jawa. Hal tersebut disebabkan karena pengiriman barang harus menggunakan moda transportasi udara alias pesawat. Lucunya harga aqua 1.5liter 50rb, harga aqua 600ml 20rb, tapi harga coca cola kaleng kecil cm 10rb! soalnya yg diitung kilo saat dikirim pake pesawat, bukan jenis barangnya. itu menunjukan bahwa utk beberapa barang tertentu, ongkos kirim jauh lbh bnyk daripada harga barangnya. Ayam goreng/panggang di warung harganya 40rb, ayam sayur 25rb (ga pake minyak goreng soalnya). Minyak goreng ukuran jirigen 5liter harga 150-175rb. Makanya mending masak dirumah daripada makan diluar (thank’s God,tmn gw yg disini jago masak semua….hmmmm yummy. this is it! ala chef mode:on-pake busungin dada). semen 1sak 1juta (makanya rumah disini kebnykan rumah dari kayu termasuk rumah dinas dokter). ikan relatif sulit didpt dan mahal (kan jauh dr pantai). Qlo ayam beku satu ekor 55rb. Fotokopi 2rb 1 halaman. salon ga ada!! nasi kuning 1 bgks porsi sedang harga 25rb (bandingkan sama nasi kuning di sumba 12rb 1 bgks porsi 3kali makan).

listrik cukup lancar dengan PLTA kecil di sungai2 kecil. satu PLTA melayani beberapa rumah. Cuma voltage naik turun, terutama saat g hujan spt saat ini. yang berimbas pada rusaknya alat2 elektronik (rice cooker oh rice cooker…satu mgg ini cm berhasil menanakan nasi 1x aja). air didistribusi oleh PDAM.Ga nyala 24 jam,tp msh bs dijam2in koq… tampung2…

sinyal? ya cuma ada dsini. satu2nya BTS telkomsel ada di Kota Baru. Distrik lain g ada sinyal. jadi puskesmas bisa berkomunikasi dgn radio SSB yang terhubung ke dinas Kesehatan.

Suhu? dingin banget…qlo pagi2 suhu ruang 8-10 °C. qlo siang emang panas menyengat kayak g ada penghalang antara matahari dgn qta.tapi qlo malam brrrrrrr……..dijamin kulit dan bibir kering dengan kondisi ini.

mau jalan2? dsini sebenarnya banyak site yang bagus2. pos merah putih, puncak senyum, dll. dari rumah dinas dokter pusk mulia sbnrnya keliatan,cm sayang g bs didatangin karena semuanya masuk dlm kategori ‘daerah merah’…

how to reach

Dari surabaya, qta bs naik beberapa maskapai penerbangan untuk mencapai jayapura. Kali ini kami naik Merpati,tiket kurang lebih 1.5 juta rupiah. Pesawat yg digunakan boeing 737-300 dengan kapasitas
138 orang sampai makassar dengan waktu tempuh 1.5 jam. Free bagasi 20 kg dengan kelebihan dibayarkan Rp 47.000/kg. Dari makassar, ganti pesawat dengan boeing 737-400 dengan kapasitas 158 orang ke Jayapura transit Timika, waktu tempuh total 3.5 jam (dpt makan ‘gede’ dari merpati). Karena perjalanan dari WIB ke WIT, praktis qta udah buang 2 jam, sehingga untuk sampai Jayapura, qta bs seperempat hari duduk di pesawat (pegel booo…).

Dari Jayapura ke Puncak Jaya,kami menggunakan maskapai Trigana Air. Pesawat yg digunakan model twin otter dgn kapasitas 8 penumpang. Berat total yg bs di’angkat’ pesawat ini kurang lebih 1.5 ton. oh ya…g ada jadwal pasti untuk penerbangan ke Puncak Jaya. Qlo ada yg mau terbang ya baru jalan. ‘check in’nya aja dilakukan di jalur lepas landas bandara Sentani. Perjalanan ke Mulia-ibukota kabupaten Puncak Jaya- memakan wktu kurang lebih 1.5 jam.

unlike any other plane,no cabin,no crew-except pilot and co- in this plane. Lucunya, dipesawat ini tertampang tulisan ‘perhatian!!! dilarang membuang ludah pinang di dalam pesawat’. Hehehehehe… penting nih tulisan untuk di pampang di pesawat2 daerah timur Indonesia yang masyarakatnya gemar banget ngunyah sirih pinang dan-seringkali-membuang ludahnya sembarangan. Tulisan serupa juga banyak ditemui di puskesmas maupun kantor pemerintahan lain.

Tiket untuk sekali penerbangan ke mulia harganya 2.5 juta.free bagasi Cuma 10 kg (bagasi?? barangnya ditumpuk di belakang gw!). Sisanya bayar Rp 25.000/kg. Yap! Jauh lebih mahal dari Jayapura ke Mulia daripada Surabaya ke Jayapura.

Dari atas twin otter, sejauh mata memandang, cuma terlihat di bawah sana hamparan warna hijau. Sesekali ada aliran sungai kecoklatan yang membelah hamparan hijau, yang tampak seperti cacing yang sedang meliuk2.

‘di bawah sungai Memberamo bapak.’ sapa seorang bapak dengan logat papua yang kental dari tempat duduk di belakang. woooooooow that must be a big one.dr atas sini aja keliatan lebar banget. Sungai itu terletak di kabupaten baru bernama Memberamo Raya.

‘Bapak…itu gunung apa? Puncak Jaya kah?’
seraya menunjuk jejeran (what i call puncak) gunung.
‘oh bukan bapak…ini hanya rangkaiannya saja. Puncaknya masih disana.qta akan terbang disamping gunung,bukan diatas. Jd msh lbh tinggi gunung’
????!!!!!! Indiana Jones mode:on hehehehehe…

Qlo boleh jujur, salah satu alasan untuk PTT lagi adalah pengen banget bisa melihat ‘sisi lain’ dari Indonesia. Jkarta-Surabaya-Malang-Lampung-Mataram-Sumba udah. Satu hal selain adat yang berbeda, adalah kondisi geografis yang berbeda. Mulai dari pantai yang panas, puncak gunung yang dingin, sampai kota yang berpolusi’ semua ada di Indonesia. Sebenarnya qlo ngeliat pemandangan gini agak heran juga sama orang yang suka berlibur ke luar negeri. Di Indonesia lhow…masih banyak yang bagus dan bisa diliat. Tanya kenapa????

Ambulans…

Sabtu 22 Mei 2010 pkl 15.35, di angkot H2N dari Wonokromo ke Pondok Tjandra, ada SMS dari mama Valdi bidan desa Walla Ndimu:
‘met sore pak dokter, maaf mengganggu mau kasih berita sj ni. mobil ambulancex bondo kodi semalam terbalik di hutan roko raka’

Teringat kejadian 1 tahun yang lalu (tepatnya 1 tahun kurang 3 mgg 1 hari)

*******
Sabtu 20 juni pukul 15.15, baru aja gw bangun tidur siang.well….saat2 yang cukup langka mengingat sudah 3 minggu ini terjadi outbreak diare.pagi poli, siang rawat inap, qlo rame malam tidur di rawat inap, kadang di kamar dengan pintu yang tidak dikunci, jadi bisa dibangunkan sewaktu2.
Samsung SGH i-320N bunyi menandakan ada SMS yang masuk.Mama Nanda, salah satu perawat walla ndimu, dalam perjalanan dari kota kembali ke puskesmas, melihat kecelakaan dengan korban 5 orang dan butuh ambulan secepatnya.Kecelakaan terjadi di antara puskesmas Walla Ndimu dan puskesmas Bondo kodi.

Setelah konfirmasi, gw langsung pergi ke rumah sopir ambulans.Orangnya g ada…coba telp…
‘telpon yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada…’ (perempuan yang mengisi suara nada TIDAK NYAMBUNG ini pasti orang yang paling dibenci sejagad).telpon istrinya. alih2 suara mama Figo yang menyahut, malah suara perempuan yang paling dibenci sejagad.sama2 g nyambung….

“pak dokter aja yang nyetir kayak waktu itu…” saran Olyn bidan wallandimu. “QLo saya yang nyetir, yang urus pasien siapa?”
” kan saya dan perawat wens juga ikut”

2 detik kemudian…”ok saya siap2.kamu minta kunci ambulans di rumah bapak figo”

Sampai di TKP, banyak polisi dan warga sudah berada disana.korbannya mana?
“sudah dibawa ke bondokodi pak dokter, ambulans wallandimu tadi tidak bisa kami hubungi” Gosh!!!! dokter bondokodi lagi g ada…dokter pengganti lagi turun ke kota…
“pak dokter mau kesana?”
“ya…”
“titip anggota satu ya”
“ok”

olyn dan wens turun, saya dan pak polisi seorang yang melanjutkan perjalanan ke puskesmas bondokodi.

“bapak bisa nyetir?”-qlo lebih lihai, monggo kerso silakan bawa ini ambulans.
“tidak” ………..ok lah qlo begitu…

Sebenarnya sudah tidak terlalu jauh. mungkin jarak yang harus ditempuh cuma 4 km lagi.Jalan agak cepat.gimana ya korban kecelakaan tadi di puskesmas bondokodi?

tampak kira2 100m tikungan tajam ke kanan, menurun ke arah jembatan sungai bondokodi.ubah gigi2,tapi masih agak cepat jalannya.belok ke kanan….lhow..lhow…lhow… kenapa jadi terlalu belok ke kanan???? tebing sudah didepan mata…terasa mobil bergetar karena sudah keluar jalan dan! banting setir ke kiri (padahal di kiri jurang).

sing………….
cuma lihat dahan, daun2.tidak ada getaran mobil lagi, lalu….
BRAK!!!! BRAK!!!!!

lucunya g kayak di film2 yang qlo dah mau mati, orangnya teriak “tidakkkkkkkk……” atau “arrrrrgggghhhhhhhh……” atau “i love you……” (drama queen mode:on). Ga…gw dan pak polisi g mengeluarkan sepatah kata apapun sewaktu mobil melayang,terjun bebas ke jurang.

Mana malaikat pencabut nyawa?
tapi…gw rasa gw ga mati…

Posisi setir tiba2 berubah jadi diatas kepala, kaca depan mobil disebelah kiri, hanya terlihat daun dan dahan diluar (gantung di pohon?), dan kursi sopir didepan wajah.Perseneling sudah nempel ke perut.masih terdengar suara mesin mobil, refleks gw matiin mesinnya…organ vestibuli gw melaporkan keotak bahwa posisi ambulan sekarang terbalik 90 derajat….

“pak polisi dimana”
“dibawah sini pak dokter…didudukin pak dokter.”
“oh…maaf”
berusaha menjangkau jendela bagian sopir yang terbuka untuk keluar. tapi…
“jangan bergerak pak dokter.qlo pak dokter bergerak qta berdua mati”
“iya…terus sekarang gimana?”
“saya hubungi atasan dulu”
“yah mereka sampai disini qta dah mati!”

pak polisi bergerak ke atas sambil telpon atasannya…lhow! jadi gw ditinggal sendirian? qlo mobilnya jatuh berarti gw mati sendirian…mana jatuh ke kali lagi…berarti gw jadi hantu dokter keramas dong… (sama seksinya sama suster keramas koq ;p)

“pak dokter.naik su…su aman.” dari kejauhan terdengar suara pak polisi yang tadi. Gw mulai memanjat…God! ternyata gw jatuh tinggi amat ya.ada kali 7 meter.datang sepasang kakek nenek yang membantu gw naik ke atas.no leg broken, no blood, not even bruise.tapi sgh-i320n gw ilang…
semua orang desa di atas cium sumba (cium hidung ketemu hidung) ke gw…mensyukuri gw hidup.

it takes less than 5 minutes…gw ke puskesmas Bondokodi, hecting pasien, triage untuk rujukan. tapi…gw rasa gw ga usah ikut ngerujuk.

*******

‘ada berapa orang di ambulans bondokodi mama?
‘5 orang pak dokter’
‘ada yang luka?’
‘tdk ada pak dokter.semua selamat’

Alhamdulillah….

‘0’

‘0’ tuh cuma sebuah angka…

Pada pengurutan angka Arab, beberapa orang menyebutkan angka ‘0’ sebelum angka ‘1’ (di poster2 pinggir jalan yang buat anak TK belajar baca). Beberapa orang bahkan menganggap angka ini tidak ada…kosong…jadi mulai berhitung selalu dari ‘1’. Bagi orang tersebut, angka ‘0’ merupakan angka pelengkap dariu kelipatan persepuluh-dimana nagka tersebut diletakan setelah angka penunjuk kelipatan (10,20,30,dst).

Bentuknya unik. Angka ini tidak memiliki sudut. Titik awal dan titik akhir saling tumpang tindih. Qta cukup melingkarkan gerak pensil qta untuk membuat angka ‘0’.

Angka ini qlo dikombinasi dengan warna tertentu, bisa jadi merupakan hal yang paling dihindari, especially buat orang2 yang lagi menuntut ilmu…ga mau kan dapat angka ‘0’ dengan warna merah (emang ada ya guru yang nulis nilai ‘0’ pake tinta ungu???)

Kebalikannya, angka ini sangat digemari oleh para pekerja yang berhubungan dengan uang. Semakin banyak jumlah angka ‘0’ yang didapat setelah rangkaian dua huruf ‘R’ dan ‘P’, semakin senanglah mereka…(ga percaya, coba aja nanya tukang becak: “bang, stasiun berapa?” “Rp10.000” “aye tawar ye bang…qlo Rp 100.000 aja gmana?” “….”-girap2 tuh abang becak).

Masalahnya…akhir2 ini gw ngerasa qlo gw lagi ‘0’. ya…hidup gw persis lagi kayak angka ‘0’. Titik akhir dan titik awal saling tumpang tindih. Baru aja pulang dari tempat PTT yang dulu di Sumba Barat Daya, sekarang mau mulai lagi…tepat tanggal 19 Mei 2010 pukul 23.30 diatas kereta api malam Gajayana gerbong 3 kusi 10 A, gw liat nama gw http://www.ropeg-depkes.or.id sebagai dokter PTT periode Juni 2010 untuk Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Seperti angka ‘0’….begitu juga bentuk mulut gw selama sesaat…melongo…

Just for a moment…after that yes!!!!!!! yippy!!!!! (uuups penumpang yang duduk di 10 B, terlonjak bangun gara2 kaget.)..Curious. Excitement..g Sabar pengen ‘ketemu’ pengalaman lain yang berbeda (I thought it would be different between NTT and Papua…we’ll see…)

a new journey…a new experience…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!